Pengertian, Ciri-ciri dan Bahaya Daging Sapi Gelonggongan

Pengertian, Ciri-ciri, Tanda-tanda dan Bahaya Mengonsumsi Daging Sapi GelonggonganKasus daging gelonggongan yang dijual oleh pedagang-pedagang nakal di pasar selalu selalu marak menjadi topik berita berbagai media cetak maupun online setiap menjelang bulan puasa Ramadhan. Hal ini terjadi karena besarnya permintaan daging menjelang bulan puasa dan lebaran Idul Fitri.

Daging gelonggongan ini biasanya banyak ditemukan pada daging sapi. Tujuannya adalah untuk mendapatkan lebih banyak untuk karena daging sapi harganya mahal sementara stok kurang dilain sisi permintaan masyarakan akan daging sapi setiap bulan puasa dan lebaran selalu tinggi.

Apa itu daging gelonggongan?
Meski sudah sering mendengan berita tentang daging gelonggongan, namun masih ada saja diantara kita yang belum tahu apa itu sebenarnya daging gelonggongan. Cara membuat daging sapi gelonggongan sangat mudah. Daging sapi gelonggongan dihasilkan dari proses penyembelihan dengan cara sapi dipaksa minum sebanyak-banyaknya melalui mulut dan dubur dengan menggunakan selang, pompa air, sehingga sapi terlihat kembung, bahkan kadang-kadang anusnya sampai keluar. Setelah air meresap ke seluruh tubuh sapi hingga kondisi sapi sekarat, barulah sapi disembelih.

Apa ciri-ciri dan tanda-tanda daging sapi gelonggongan?
Masyarakat diharapkan berhati-hati agar tidak tertipu membeli daging sapi gelonggongan saat berbelanja di pasar. Daging gelonggongan biasanya tidak dijual dengan cara digantung, melainkan diletakkan di meja atau papan.

Untuk mengetahui seperti apa sebenarnya ciri-ciri daging sapi gelonggongan, berikut ini adalah ciri-ciri dan tanda-tanda daging sapi gelonggongan yang perlu anda ketahui:

  • Daging basah. Cenderung berair.
  • Warna daging merah pucat (tidak cerah atau segar).
  • Konsistensi daging lembek.
  • Aromanya amis, tidak seperti sapi sehat yang memiliki aroma khas.
  • Untuk mengaburkan kadang-kadang dipoles darah untuk merubah warna.
  • Harga daging sapi lebih murah dari harga daging sapi yang sehat.
  • Daging gampang busuk.
  • Jika dimasak mengalami penyusutan hingga 40%.

Bahaya mengkonsumsi daging glonggongan
Mengkonsumsi daging glonggongan bisa berakibat buruk bagi kesehatan. Hal itu dikarenakan komponen utama penyusun daging sapi (protein) rusak. Efek pemberian air berlebihan pada sapi glonggongan tersebut akan menyebabkan peningkatan kadar air dalam daging sembelihan. Daging dengan kadar air berlebihan akan mengundang lalat dan mikroorganisme yang lain untuk mengerubungi daging sapi glonggonyan tersebut. Akibatnya daging glonggongan akan cepat membusuk dan protein dagingnya akan rusak. Dan sangat berbahaya jika sampai dikonsumsi oleh konsumen. Adapun penyakit yang dapat ditimbulkan akibat mengonsumsi daging glonggongan adalah mual, muntah, diare sampai keracunan yang berefek pada kematian.

Semoga dengan mengetahui ciri-ciri daging sapi gelonggongan tersebut diatas anda sebagai konsumen atau pembeli tidak lagi merasa tertipu dan dirugikan saat berbelanja daging di pasar, selain itu juga anda dan keluarga dapat terhindar dari bahaya mengkonsumsi daging sapi gelonggongan.

Kalau bermanfaat, tolong dibantu ya...
Pengertian, Ciri-ciri dan Bahaya Daging Sapi Gelonggongan | admin | 4.5